Tubaba, Sorotlampung.co.id —
Polemik dugaan penyimpangan aset ternak di Tiyuh Gilang Tunggal Makarta terus memantik sorotan publik. Pernyataan pihak terkait yang mengaku belum menerima laporan penjualan sapi desa justru dinilai semakin mempertegas lemahnya pengawasan terhadap aset bantuan masyarakat.
“Setahu saya sapi desa juga masih, karena sampai saat ini saya belum menerima laporan kalau sapi desa sudah dijual,” kilahnya melalui pesan WhatsApp.
Di sisi lain, masyarakat mempertanyakan keberadaan serta kondisi riil aset ternak tersebut. Warga menilai persoalan ini tidak bisa lagi dianggap sepele karena menyangkut transparansi pengelolaan bantuan desa yang menjadi hak masyarakat secara kolektif.
Desakan pun mengarah kepada Inspektorat Daerah dan Aparat Penegak Hukum (APH) agar segera turun melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh. Warga meminta adanya langkah konkret untuk mengungkap fakta sebenarnya sekaligus memastikan tidak ada praktik penyalahgunaan aset desa.
Hingga kini, belum terlihat adanya tindakan resmi maupun pernyataan terbuka dari pihak berwenang terkait laporan dan temuan masyarakat tersebut. Publik kini menunggu, apakah persoalan ini akan ditindak serius atau justru kembali tenggelam tanpa kejelasan.
penulis : RK


Komentar