TULANG BAWANG, MENGGALA –
Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pengurus Cabang Tulang Bawang menggelar diskusi publik bertema dampak fenomena El Niño tahun 2026 terhadap masa depan kedaulatan pangan. Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara pemerintah, petani, dan pemangku kepentingan untuk membahas tantangan sektor pertanian di tengah ketidakpastian iklim.
Diskusi yang berlangsung pada 21 Oktober 2026, pukul 09.00 WIB, di Sekretariat Catering M, Jalan Cendana, Menggala, dibuka oleh Bupati Tulang Bawang Qudrotul Ikhwan yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tulang Bawang, Nanan Wisnaga, S.Sos., M.M.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Menggala Sopiyanto, Lurah Menggala Selatan Heftina, tokoh masyarakat, pemuka agama, serta sekitar 100 peserta yang terdiri atas petani dan pemangku kepentingan lainnya.
Hadir sebagai narasumber, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, Indra Permana Amurwaraharja, S.Hut., M.Si., beserta jajaran, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tulang Bawang, Nanan Wisnaga.
Dalam sambutannya, Nanan Wisnaga mengapresiasi inisiatif JMSI Tulang Bawang yang menyelenggarakan diskusi publik dengan melibatkan petani secara langsung.
Menurutnya, dialog tatap muka antara pemerintah dan petani merupakan langkah konkret untuk memperkuat komunikasi sekaligus memastikan aspirasi masyarakat dapat tersampaikan.
Ia menilai diskusi publik tersebut dapat menjadi forum produktif untuk menghimpun gagasan, mengidentifikasi persoalan di lapangan, serta merumuskan rekomendasi yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani.
Melalui forum tersebut, para petani diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai tantangan dan peluang dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di tengah potensi dampak perubahan iklim.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan diskusi publik ini karena menjadi wadah untuk menampung dan menyerap aspirasi petani. Pemerintah tidak akan pernah diam. Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk berkomunikasi dan berkolaborasi dengan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Nanan.
Ia berharap diskusi tersebut berjalan lancar dan menghasilkan kontribusi nyata bagi penguatan sektor pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Nanan juga mengimbau para peserta, khususnya petani, agar aktif berdialog dengan narasumber sehingga memperoleh informasi dan pengetahuan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Sementara itu, Ketua JMSI Pengurus Cabang Tulang Bawang, Suhirmansyah, selaku penanggung jawab kegiatan, menjelaskan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia sekaligus fondasi penting dalam pembangunan bangsa.
Menurutnya, sektor pertanian saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian iklim global, dinamika ekonomi dan rantai pasok, hingga alih fungsi lahan. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan kerja sama lintas sektor agar tidak mengganggu keberlanjutan produksi pangan.
“Kemarau memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap sektor pertanian. Petani kita, khususnya di Tulang Bawang, menghadapi tantangan berupa penurunan curah hujan, peningkatan suhu udara, serta pergeseran musim hujan. Kondisi tersebut dapat memicu berbagai persoalan di bidang pertanian,” kata Suhirmansyah.
Ia menegaskan, upaya mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan yang berkelanjutan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku industri, petani, hingga masyarakat luas.
Suhirmansyah menambahkan, diskusi publik tersebut diselenggarakan berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang. Forum ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi dan pertukaran gagasan sekaligus menghasilkan rekomendasi strategis untuk menjawab tantangan sektor pertanian.
“Melalui kegiatan ini, JMSI ingin mendorong lahirnya gagasan dan rekomendasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para pemangku kepentingan dalam meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya di Kabupaten Tulang Bawang,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, petani, dan berbagai pihak terkait dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan serta mendukung terwujudnya kedaulatan pangan di Kabupaten Tulang Bawang.
Upaya tersebut, lanjutnya, sejalan dengan semangat pembangunan daerah melalui program Udang Manis.
Penulis : (Tim)
esitor : e01


Komentar