Bandar Lampung Branding Business Inspirasi Internasional Lambar Lampung Lampura Lamsel Lamteng Lamtim Mesuji Metro Kota Pesawaran Pesibar Pringsewu Tanggamus Tuba Tubaba
Beranda » Berita » BUMT Gunung Katun Tanjungan Tetap Tumbuh di Tengah Efisiensi, Telur Puyuh Terkendala Pemasaran

BUMT Gunung Katun Tanjungan Tetap Tumbuh di Tengah Efisiensi, Telur Puyuh Terkendala Pemasaran

Panaragan, Sorotlampung.co.id –

Kebijakan efisiensi anggaran tidak menjadi penghalang bagi Pemerintah Tiyuh Gunung Katun Tanjungan, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, untuk terus mengembangkan potensi ekonomi melalui Badan Usaha Milik Tiyuh (BUMT).

Di bawah kepemimpinan Kepalo Tiyuh Laily, BUMT Gunung Katun Tanjungan terus menunjukkan perkembangan melalui sejumlah unit usaha produktif, mulai dari peternakan puyuh petelur, pemasaran hasil pertanian berupa kopi, hingga budidaya singkong.
Salah satu usaha yang menjadi andalan adalah peternakan puyuh. Saat ini, BUMT mengelola sekitar 10.000 ekor burung puyuh yang mampu memproduksi telur sebanyak 90 hingga 100 kilogram atau sekitar satu kuintal setiap hari.

“Alhamdulillah, sampai hari ini puyuh kita lebih kurang 10 ribu ekor dan mampu menghasilkan 90 sampai 100 kilogram telur per hari. Selain itu, kami juga mengembangkan UMKM melalui penjualan kopi, serta saat ini BUMT menanam singkong seluas satu hektare,” ujar Laily saat Podcast bersama JMSI Tubaba, Kamis (16/7/2026).

Menurut Laily, keberadaan BUMT tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Sebagian hasil usaha telah dimanfaatkan untuk membantu warga yang membutuhkan.

Bupati Tubaba Geser Tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Sejumlah Kepala OPD Berganti

Ia menyebutkan, BUMT pernah memberikan bantuan kepada warga yang menderita penyakit jantung bocor. Selain itu, telur puyuh juga beberapa kali dibagikan kepada seluruh masyarakat Tiyuh Gunung Katun Tanjungan serta rutin disalurkan untuk mendukung kegiatan Posyandu.

“Dari hasil BUMT kami sudah membantu warga yang membutuhkan. Kemarin ada warga yang mengalami penyakit jantung bocor. Kami juga sudah beberapa kali membagikan telur puyuh kepada seluruh masyarakat dan rutin mendukung kegiatan Posyandu. Untuk pendapatan, sekitar Rp2 juta per bulan masuk ke kas BUMT, sedangkan Rp1,5 juta disisihkan sebagai dana cadangan untuk penggantian bibit,” jelasnya.

Terkendala Pemasaran
Di balik keberhasilan produksi tersebut, Laily mengaku masih menghadapi kendala dalam memasarkan hasil telur puyuh. Menurutnya, hingga saat ini penyerapan pasar di wilayah Tubaba masih sangat terbatas.

“Kendala terbesar kami adalah pemasaran. Di sini yang menampung hanya dua SPPG. Kami sudah meminta bantuan kepada Bupati, Wakil Bupati, Asisten, dan Kepala Dinas agar produk telur puyuh kami bisa masuk ke seluruh program MBG. Saat ini justru yang rutin membantu menyerap hasil produksi berasal dari Lampung Utara, sekali pengambilan sekitar satu kuintal,” ungkapnya.

Laily berharap Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat dapat membantu memperluas akses pemasaran hasil produksi BUMT, khususnya melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Tubaba.

Kapolres Tubaba Pimpin Sertijab Wakapolres, Lantik Kabaglog dan Kabagren

Menurutnya, apabila pemasaran dapat berjalan lebih optimal, produksi telur puyuh yang dikelola BUMT tidak hanya mampu meningkatkan Pendapatan Asli Tiyuh (PAT), tetapi juga memperkuat perekonomian masyarakat serta membuka peluang usaha yang lebih luas.

Penulis : tim liputan

editor : redaksi

Konflik PTPN 1 dan Buay Bulan Bersatu Mulai Temui Titik Terang, Kesepakatan Dituangkan dalam Berita Acara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *