Tubaba, sorotlampung.co.id
Harapan seorang warga Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), untuk memperoleh pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI Unit Pulung Kencana kandas di tengah jalan. Pengajuan pinjaman atas nama Andeka disebut tidak disetujui lantaran dana yang diajukan diduga akan digunakan bersama pihak lain.
Informasi penolakan itu diterima Andeka dari seorang petugas survey BRI Unit Pulung Kencana bernama Asep, pada Kamis pagi (7/5/2026). Dalam pesan WhatsApp yang diperlihatkan kepada wartawan, Asep menyebut pengajuan KUR tersebut tidak dapat di-ACC karena pinjaman akan “dibagi-bagi”.
“Gak acc bos itu ajuan Andeka nya maaf bener om. Bos tau klo yg make pinjaman itu bagi-bagi. Kan ku sudah bilang klo bos ini minta nasabah sendiri yg pakai gak dibagi-bagi,” demikian isi pesan WhatsApp yang dibacakan Andeka di kediamannya.
Penolakan itu membuat Andeka kecewa. Ia mengaku baru pertama kali mencoba mengakses fasilitas pinjaman perbankan demi mendukung usaha yang sedang dijalankan bersama saudaranya, Ruswandi.
Menurutnya, program KUR semestinya hadir untuk membantu pelaku usaha kecil memperoleh tambahan modal, bukan justru dipersulit dengan alasan yang dinilai tidak jelas.
“Saya tidak pernah pinjam uang ke bank. Karena saya dengar pemerintah melalui Menteri Keuangan memberi dukungan dana ke bank BUMN untuk usaha rakyat, maka saya coba ajukan KUR. Kebetulan usaha kami memang butuh tambahan modal. Tapi malah ditolak seperti ini,” ujar Andeka.
Ia bahkan berencana menyampaikan persoalan tersebut langsung ke Kementerian Keuangan RI sebagai bentuk protes atas sikap yang dianggap tidak profesional dari pihak BRI Unit Pulung Kencana.
“Saya akan laporkan persoalan ini ke Menteri Keuangan. Karena menurut saya masyarakat kecil seperti kami seharusnya dibantu, bukan malah dipatahkan harapannya,” tegasnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah, Asep membenarkan bahwa pengajuan KUR atas nama Andeka memang tidak disetujui. Ia menyebut alasan penolakan karena berdasarkan hasil survey, dana pinjaman tersebut akan digunakan bersama oleh Andeka dan Ruswandi.
“Iya, kreditnya mau dibagi berdua antara Andeka dengan Ruswandi. Pernyataan itu kami dengar langsung saat survey,” kata Asep melalui pesan WhatsApp.
Ia juga menegaskan bahwa keputusan tidak meng-ACC pengajuan tersebut murni berdasarkan hasil keterangan yang diterima pihak bank saat proses survey berlangsung.
“Iya bung, memang seperti itu keterangan yang disampaikan Pak Andeka dan Pak Ruswandi ketika kepala kantor survey di rumah,” pungkasnya.
penulis : ghani
editor : e01


Komentar